edelweiss-griya-kampus

Pentingnya Memahami Aset Likuid dan Non Likuid

Pentingnya memahami Aset Likuid dan Non Likuid. Untuk Anda yang ingin belajar tentang investasi, alangkah baiknya Anda memahami dan mengenal dua istilah tersebut.

Dalam pembahasan artikel ini, Edelweiss Griya Kampus akan memberikan pengertian hingga contoh masing-masing aset tersebut.

Untuk belajar lebih lanjut, baca artikelnya sampai habis ya !

BACA JUGA : Persyaratan dan Cara Pengajuan KPR ke Bank Tahun 2023

Pengertian Aset Likuid

Aset Likuid, secara sederhana dapat diartikan sebagai aset yang mudah dijual kembali untuk menjadi uang tunai tanpa mengurangi nilainya secara drastis.

Aset likuid adalah kekayaan atau harta miliki perusahaan atau perorangan yang mudah untuk dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Salah satu contohnya adalah uang tunai, yang mudah untuk diakses dan tidak mengalami penurunan nilai. Jenis harta yang memiliki sifat sama dengan uang tunai maka dapat digolongkan sebagai aset likuid ini.

Dengan membeli dan memiliki aset likuid, maka Anda tidak akan kesulitan untuk mendapatkan uang cash karena aset tersebut dapat diperjual belikan dengan mudah. Dan yang lebih utama, banyak juga orang yang mau membelinya.

Misal, jika Anda membutuhkan uang cash untuk biaya berobat keluarga atau ingin travelling untuk healing. Salah satu aset yang tepat untuk mendapatkan uang cash adalah dengan menjual aset likuid yang dimiliki.

Lalu apa saja contoh dan jenis-jenis aset likuid ? 

BACA JUGA : Cara Melakukan BI Checking Lewat HP, Mudah banget! 

Jenis-jenis aset likuid

Setelah mengetahui pengertian aset likuid, marilah kita bahas contoh dan jenis-jenis asetnya. Berdasarkan penjelasan di atas, aset likuid adalah aset yang mudah untuk diperjual belikan untuk mendapatkan uang cash. Contoh jenis-jenis aset likuid adalah sebagai beriku:

  • Uang tunai
  • Tabungan
  • Reksa dana
  • Logam mulia / emas
  • Obligasi pemerintah
  • Inventaris
  • Piutang
  • Aset pasar uang
  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  • Exchange Trade Funds (ETFs)
  • Efek Ekuitas
  • Efek Utang yang dapat dijual
  • Pengertian Aset Non Likuid

Jika Anda memiliki salah satu atau beberapa jenis-jenis aset likuid diatas, tentu Anda tidak akan kesulitan untuk menjualnya dan menjadikannya uang cash. Perlu diketahui, bahwa masing-masing jenis aset diatas diperjual belikan di pasar yang berbeda. Ada yang diperjual belikan di pasar uang (pasar saham, BEI) ada juga yang melalui kerjasama dengan pemerintah.

Pentingnya Aset Likuid

Kenapa aset likuid ini sangat penting? Karena aset likuid ini akan sangat membantu Anda ketika dalam keaadan darurat. Pada saat membutuhkan uang dengan cepat dan finansial dalam keadaan buruk. Tidak mungkin juga untuk menunggu tanah atau rumah hingga terjual karena hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

Tentunya, peran dari likuiditas aset ini sangat membantu meringankan beban Anda, pada saat terjadi kondisi keuangan yang butuh dengan cepat. Dengan begitu Anda akan merasa lebih tenang, karena memiliki aset likuid ini.

Pengertian Aset Non Likuid

Aset non likuid merupakan aset yang sulit atau tidak gampang untuk dicairkan dalam waktu dekat. Untuk menjadikannya uang cash, diperlukan waktu beberapa hari atau bulan tergantung dari aset non likuid yang dimiliki. Jadi, jika Anda membutuhkan uang cash yang cepat, namun jika aset yang Anda miliki adalah aset non likuid tentu akan sangat susah.

contoh aset non likuid :

  • Rumah
  • Tanah
  • Apartemen

Jika Anda memiliki salah satu aset non likuid seperti diatas, tentu tidak mudah untuk menjualnya. Diperlukan waktu berhari-hari hingga berbulan-bulan untuk bisa terjual.

Lebih Baik Mana Investasi Likuid atau Non Likuid ?

Keduanya sangat penting dan memiliki peranannya masing-masing. Tetapi banyak orang tidak mampu untuk membeli aset non likuid karena harganya yang cenderung mahal bahkan meningkat setiap tahun.

Banyaknya aset likuid yang Anda miliki akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan Anda untuk membeli aset non likuid seperti rumah. Baik rumah subsidi maupun rumah non subsidi.

Jumlah aset likuid ini juga dapat mempengaruhi pengajuan kredit rumah seperti kpr rumah atau properti lainnya. Pihak penyedia layanan akan memverifikasi aset likuid yang Anda miliki, untuk menentukan apakah Anda tetap mampu membayar cicilan meskipun kondisi finansial sedang memburuk. Dalam dunia investasi, aset likuid ini merupakan hal yang akan menjadi pertimbangan untuk Anda.

Pada umumnya, investasi keuangan dianggap aset cair karena dapat dengan mudah dijual, meskipun juga tergantung pada investasinya. Segala investasi yang berkaitan dengan properti (tanah, rumah, dan apartemen), tidak termasuk kedalam aset likuid. Hal ini dikarenakan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjual properti. Sehingga membuat Anda tidak dapat memperoleh nilai pasar yang setara pada saat menjualnya.

Dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menerima uang dari penjualan tersebut. Apa lagi jika memiliki nilai jual yang tinggi, pastinya akan membutuhkan pembeli yang benar-benar mampu membelinya. Aset non likuid ini jika dicairkan menjadi uang tunai bisa saja mengalami penurunan nilai/harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan nilai aslinya atau bahkan sebaliknya. Itulah sebabnya kenapa investasi properti tergolong Aset non likuid.

Meskipun aset likuid itu termasuk aset yang mudah untuk diperjual belikan tetapi aset ini cukup untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek minimal 1 tahun. Selain itu juga aset likuid ini juga sering disebut-sebut dalam dunia investasi dan keuangan. Tak heran jika aset likuid ini disebut sebagai jenis investasi terbaik yang dapat dipilih.

Itulah penjelasan mengapa pentingnya memahami aset likuid dan non likuid agar investasi yang dilakukan dapat menguntungkan dikemudian hari.

BACA JUGA : Berbagai Macam Jenis KPR yang Perlu Diketahui Konsumen

perumahan-edelwe-ss-griya-kampus

 

Mari, Share Artikel Bermanfaat ini ke banyak orang !
Scroll to Top